KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan riset dan inovasi mahasiswa. Pada kesempatan kali ini, tiga mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Sabtu (12 April 2026) lalu di Jakarta Convention Center.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, melainkan sebagai katalis inovasi yang mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi guna mengatasi permasalahan sosial masyarakat.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Muhammad Rizki Pratama (semester 7), Siti Nurhaliza (semester 6), dan Rasyid Gunawan (semester 5) yang berhasil mengembangkan aplikasi bernama “AgriBuddy Smart Farming System”—sebuah solusi teknologi pertanian berbasis artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas petani lokal di Sulawesi Tenggara.
### Inovasi yang Mengubah Nasib Petani
Aplikasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa ini memiliki fitur canggih yang mampu memonitor kondisi lahan pertanian secara real-time, mulai dari kelembaban tanah, suhu, intensitas cahaya, hingga tingkat nutrisi dalam tanah. Sistem ini juga dilengkapi dengan teknologi prediktif yang dapat memberikan rekomendasi waktu tanam, jenis pupuk yang tepat, dan strategi irigasi yang optimal berdasarkan data cuaca dan kondisi geografis lokal.
“Kami melihat bahwa petani di Sulawesi Tenggara masih menggunakan metode tradisional yang tidak efisien. Teknologi yang kami kembangkan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen hingga 40 persen dengan mengurangi pemborosan air dan pupuk sebesar 35 persen,” ungkap Muhammad Rizki Pratama saat memberikan presentasi di hadapan juri kompetisi, seperti yang dilaporkan oleh tim dokumentasi Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari.
Perjalanan ketiga mahasiswa ini dimulai dari tugas akhir yang kemudian dikembangkan menjadi proyek penelitian yang lebih komprehensif. Mereka melakukan studi lapangan selama enam bulan ke berbagai desa petani di Kendari, Kolaka, dan Konawe untuk memahami permasalahan yang dihadapi para petani. Dari riset ini, mereka menemukan bahwa mayoritas petani mengalami kerugian akibat prediksi cuaca yang tidak akurat dan pengelolaan lahan yang tidak optimal.
### Dukungan Penuh Unit Penelitian
Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari memainkan peran krusial dalam kesuksesan proyek ini. Sejak awal, unit penelitian memberikan fasilitas laboratorium, akses ke database penelitian nasional dan internasional, serta mentoring dari dosen-dosen berpengalaman di bidang teknologi informasi dan pertanian.
Dr. Ir. Ahmad Subagyo, M.Sc., Kepala Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Prestasi yang diraih oleh Rizki, Siti, dan Rasyid ini adalah hasil dari dedikasi mereka yang luar biasa dan komitmen Unit Penelitian untuk mendampingi setiap mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Kami percaya bahwa penelitian mahasiswa bukan hanya untuk akademik, tetapi harus memiliki dampak praktis bagi masyarakat,” jelas Dr. Ahmad Subagyo dalam wawancara eksklusif di kantornya, Rabu (16 April 2026).
Lebih lanjut, Kepala Unit Penelitian menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari program-program yang telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir, termasuk program magang penelitian, workshop inovasi, dan akses pendanaan dari berbagai sumber untuk mendukung proyek-proyek mahasiswa yang potensial.
“Sejak 2023, kami telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penelitian dan inovasi mahasiswa. Tahun ini saja, kami telah memberikan dana penelitian kepada 45 mahasiswa dari berbagai program studi. Hasilnya, selain prestasi Rizki dan timnya, kami juga memiliki tiga mahasiswa lain yang berhasil mendaftarkan paten mereka di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” ungkap Dr. Ahmad Subagyo dengan nada bangga.
### Komitmen Rektor dalam Pengembangan Riset
Prestasi ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas. Prof. Dr. Ir. H. Burhanuddin, M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bahwa kesuksesan mahasiswa dalam kompetisi nasional ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas dan inovator yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem inovasi yang mendukung mahasiswa dalam mewujudkan ide-ide cemerlang mereka. Prestasi di tingkat nasional ini membuktikan bahwa meski kami adalah universitas di daerah, tetapi kualitas riset dan inovasi kami setara dengan universitas-universitas besar di kota-kota besar,” kata Prof. Burhanuddin dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (17 April 2026).
Rektor juga menegaskan bahwa Unit Penelitian akan terus ditingkatkan fasilitasnya, termasuk pembangunan innovation center yang akan dilengkapi dengan peralatan laboratorium modern dan spaces untuk kolaborasi antar disiplin ilmu.
### Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat
Lebih dari sekadar penghargaan, inovasi yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa ini memiliki potensi komersial yang sangat besar. Pihak kampus dan tim mahasiswa sudah mulai berbicara dengan beberapa investor untuk mengembangkan produk ini ke tahap komersial dalam dua tahun ke depan.
Siti Nurhaliza, salah satu anggota tim pemenang, mengatakan bahwa motivasi utama mereka adalah membantu petani lokal meningkatkan kesejahteraan mereka. “Ketika kami melakukan riset lapangan di desa-desa, kami melihat bagaimana kerja keras petani tidak berbanding lurus dengan hasil yang mereka dapatkan. Dengan teknologi ini, kami harap dapat memberikan mereka tools yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen mereka,” tutur Siti dengan penuh semangat.
Rasyid Gunawan, ketua tim, menambahkan bahwa mereka juga telah melakukan uji coba aplikasi ini dengan 15 petani di Desa Wawonii, Kolaka Timur, selama tiga bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas padi sebesar 38 persen dan pengurangan penggunaan air sebesar 32 persen. “Data ini memberikan kami kepercayaan diri bahwa inovasi kami benar-benar berfungsi dan dapat membantu mengatasi permasalahan nyata yang dihadapi petani,” tutur Rasyid.
### Dampak bagi Universitas dan Mahasiswa Lainnya
Pencapaian ini memberikan motivasi besar bagi mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan mengikuti berbagai kompetisi akademik nasional. Unit Penelitian sudah merencanakan program mentoring berkelanjutan yang akan membimbing mahasiswa-mahasiswa lain yang memiliki ide-ide potensial.
Dr. Rina Pertiwi, S.T., M.Eng., Koordinator Program Studi Teknik Informatika, menyampaikan bahwa prestasi Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Rasyid Gunawan telah menginspirasi puluhan mahasiswa lainnya untuk mengajukan proposal penelitian. “Pada semester ini saja, kami menerima 28 proposal penelitian dari mahasiswa, jauh meningkat dari semester sebelumnya yang hanya 12 proposal. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa semakin percaya diri dan tertarik untuk berkontribusi pada pemecahan masalah sosial melalui inovasi teknologi,” jelas Dr. Rina dalam wawancaranya pada Selasa (15 April 2026).
### Pengakuan di Tingkat Nasional
Penghargaan yang diterima oleh ketiga mahasiswa ini bukan hanya sekadar trophy atau sertifikat. Mereka juga menerima hadiah uang tunai sebesar 150 juta rupiah untuk pengembangan lebih lanjut dari produk mereka. Selain itu, para pemenang juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di berbagai forum internasional dan forum bisnis startup.
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional sendiri adalah kompetisi bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Kriteria penilaian mencakup originalitas ide, feasibility, dampak sosial, dan sustainability dari inovasi yang dikembangkan. Ketatnya kompetisi ini membuat pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari semakin berarti.
### Rencana Ke Depan
Ke depannya, tim mahasiswa berencana untuk terus mengembangkan aplikasi mereka dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti integrasi dengan platform marketplace pertanian, sistem pembayaran berbasis blockchain, dan expansion ke komoditas pertanian lainnya seperti jagung, singkong, dan sayuran organik.
Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah merencanakan program akselerator startup yang akan membantu mahasiswa dalam mengkomersialisasi inovasi mereka. Program ini akan melibatkan kolaborasi dengan industri, investor angel, dan lembaga pemerintah daerah.
### Kesimpulan
Prestasi yang diraih oleh Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Rasyid Gunawan merupakan bukti konkret bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Penelitiannya, telah berhasil menciptakan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan penelitian berkualitas. Kesuksesan ini juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide inovatif yang berdampak sosial.
Dengan terus memperkuat dukungan terhadap penelitian dan inovasi mahasiswa, diharapkan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi problem-solver dan inovator yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Terbit: 17 April 2026