KENDARI — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari). Tiga mahasiswa program pascasarjana dari Unit Penelitian kampus tersebut berhasil meraih medali emas dalam ajang International Young Researcher Forum 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian ini menandai keseriusan institusi dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa.
Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Siti Nurhaliza (26) dari Program Studi Magister Pendidikan Lingkungan, Rahmat Wijaya (24) dari Program Studi Magister Teknologi Pertanian, dan Devi Amelia Putri (25) dari Program Studi Magister Manajemen Sumber Daya Alam. Mereka berhasil mengalahkan lebih dari 150 peserta dari 35 negara dengan penelitian yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara.
Delegasi Unismuh Kendari diberangkatkan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Suhariyanto, M.Si., pada Senin (7 April 2026) pukul 10.00 WITA di Bandara Internasional Kendari. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, serta dosen pembimbing dari Unit Penelitian yang turut memastikan persiapan tim mencapai tahap optimal.
### Penelitian Inovatif Meraih Pengakuan Internasional
Judul penelitian yang dipresentasikan ketiga mahasiswa tersebut adalah “Integrasi Teknologi Drone dan Machine Learning untuk Monitoring Ekosistem Mangrove: Studi Kasus Sulawesi Tenggara dan Implikasinya terhadap Mitigasi Perubahan Iklim”. Riset ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama 18 bulan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing, Ir. Sudjiman Santosa, Ph.D., dan Dr. Nur Wahyu Putra, S.T., M.Eng., dari Unit Penelitian.
Penelitian tersebut mengkombinasikan teknologi unmanned aerial vehicles (UAV/drone) dengan algoritma kecerdasan buatan untuk memetakan dan menganalisis kesehatan ekosistem mangrove di pesisir Kendari dan sekitarnya. Data yang dikumpulkan tidak hanya memberikan informasi real-time tentang kondisi vegetasi, tetapi juga mengidentifikasi area-area kritis yang memerlukan intervensi konservasi.
“Kami sangat bangga karena penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Sulawesi Tenggara, mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas dunia. Data yang kami kumpulkan dari mangrove Kendari ini telah memberikan wawasan baru tentang adaptasi ekosistem terhadap perubahan suhu laut dan tingkat keasinan air,” ujar Siti Nurhaliza dalam wawancara melalui telepon konferensi dari Bangkok sebelum penerbangan kembali.
Rahmat Wijaya menambahkan bahwa aspek praktis dari penelitian ini juga sangat relevan dengan kebutuhan lokal. “Kami tidak hanya membuat penelitian akademis, tetapi juga memberikan rekomendasi konkret kepada pemerintah daerah dan komunitas nelayan tentang bagaimana menjaga mangrove sambil tetap mempertahankan mata pencaharian mereka,” kata Rahmat dalam penjelasan teknis tentang metodologi penelitian.
### Perjalanan Menuju Puncak Prestasi
Pencapaian ini tidak datang begitu saja. Perjalanan ketiga mahasiswa menuju panggung internasional dimulai dengan seleksi ketat di tingkat universitas pada Januari 2026. Dari 47 proposal penelitian yang masuk, hanya 8 penelitian yang lolos untuk mewakili Unismuh Kendari di tingkat nasional dalam Kompetisi Penelitian Mahasiswa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi.
Pada fase nasional yang berlangsung di Yogyakarta (20-22 Februari 2026), penelitian mereka berhasil menyingkirkan lebih dari 120 penelitian dari universitas-universitas ternama Indonesia. Juri internasional yang terdiri dari para ahli dari Universitas Chulalongkorn (Thailand), Universitas Nasional Singapura, dan Institut Teknologi Bandung memberikan nilai sempurna 95 dari 100 untuk aspek orisinalitas dan relevansi penelitian.
“Kemenangan di tingkat nasional membuka pintu mereka untuk mengikuti ajang internasional. Kami langsung merekomendasikan ketiga peneliti muda ini untuk ikut dalam Forum Peneliti Muda Internasional yang merupakan platform bergengsi di Asia Tenggara,” ungkap Dr. Nur Wahyu Putra saat diwawancarai di ruang kerja Unit Penelitian pada 11 April 2026.
### Dukungan Penuh dari Institusi
Prof. Dr. Bambang Suhariyanto, Rektor Unismuh Kendari, menyatakan bangga atas pencapaian mahasiswa dan komitmen institusi terhadap pengembangan riset. “Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana signifikan untuk mendukung penelitian mahasiswa melalui Unit Penelitian. Kami percaya bahwa investasi dalam riset adalah investasi untuk masa depan bangsa,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Humas kampus pada 11 April 2026.
Lebih lanjut, Prof. Bambang menjelaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi Unismuh Kendari untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga peneliti-peneliti yang mampu berkontribusi pada solusi permasalahan sosial dan lingkungan.
“Penelitian mereka tentang mangrove bukan hanya relevan secara akademis, tetapi juga sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Ini menunjukkan bahwa penelitian berkualitas dapat lahir dari mana saja, tidak hanya dari universitas-universitas di kota-kota besar,” tambah Prof. Bambang dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Ir. Sudjiman Santosa, Ph.D., pembimbing penelitian, menjelaskan proses mentoring yang intensif selama penelitian berlangsung. “Kami melakukan diskusi mingguan, memfasilitasi akses ke peralatan laboratorium canggih, dan menghubungkan mereka dengan peneliti-peneliti senior di berbagai institusi riset. Pendekatan holistik ini yang akhirnya menghasilkan karya berkualitas tinggi,” paparnya.
### Dampak dan Relevansi Penelitian
Penelitian tentang ekosistem mangrove dengan teknologi drone dan machine learning ini memiliki implikasi praktis yang signifikan. Mangrove sebagai salah satu ekosistem paling produktif di dunia memainkan peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan pantai, dan sumber daya hayati. Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari pusat keanekaragaman hayati dunia, memiliki tanggung jawab besar dalam konservasi ekosistem ini.
Devi Amelia Putri menekankan bahwa penelitian mereka telah menghasilkan data yang dapat diakses oleh policymakers dan community stakeholders. “Kami telah menyiapkan dashboard interaktif yang menampilkan data real-time kondisi mangrove Kendari. Alat ini dapat digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan komunitas nelayan untuk membuat keputusan yang lebih informed,” jelasnya dengan antusias.
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mangrove di Sulawesi Tenggara mengalami perubahan signifikan dalam komposisi spesies karena peningkatan suhu permukaan laut rata-rata 1,2 derajat Celcius dalam kurun 10 tahun terakhir. Namun, respons adaptif dari beberapa spesies mangrove lokal memberikan harapan bahwa ekosistem ini memiliki resiliensi yang cukup untuk bertahan jika upaya konservasi ditingkatkan.
### Penghargaan dan Pengakuan
Medali emas yang diraih Unismuh Kendari di International Young Researcher Forum 2026 tidak hanya berupa piala dan uang pembinaan senilai 500 juta rupiah yang akan digunakan untuk penelitian lanjutan. Lebih signifikan lagi, ketiga peneliti muda ini mendapatkan undangan untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal internasional terkemuka, Journal of Coastal Conservation, yang memiliki impact factor 3.8.
“Publikasi di jurnal ini akan meningkatkan visibilitas penelitian mereka di kancah internasional dan membuka peluang kolaborasi dengan peneliti-peneliti terkemuka di dunia,” kata Prof. Bambang Suhariyanto saat mengumumkan pencapaian ini dalam siaran pers khusus pada 11 April 2026, pukul 14.00 WITA.
Selain itu, International Young Researcher Forum juga menawarkan beasiswa lanjutan untuk ketiga mahasiswa tersebut untuk melanjutkan studi doktoral di universitas-universitas partner di Thailand, Malaysia, atau Singapura. Penawaran ini menunjukkan pengakuan international terhadap potensi akademis dan komitmen penelitian mereka.
### Motivasi dan Pesan untuk Mahasiswa Lain
Ketika ditanya tentang nasihat bagi mahasiswa lain yang ingin mencapai prestasi serupa, Siti Nurhaliza memberikan perspektif yang inspiratif. “Jangan pernah menganggap bahwa lokasi geografis atau sumber daya kampus menjadi hambatan untuk melakukan penelitian berkualitas. Yang terpenting adalah passion, dedikasi, dan bimbingan dosen yang baik. Unismuh Kendari telah memberikan semua itu kepada kami,” katanya.
Rahmat Wijaya menambahkan pentingnya kolaborasi dan networking dalam dunia penelitian. “Kami juga berinteraksi dengan peneliti-peneliti dari institusi lain, baik melalui seminar maupun diskusi online. Jaringan intelektual ini sangat penting untuk memperkaya perspektif penelitian kami,” ujarnya.
Sementara Devi menekankan pentingnya relevansi penelitian dengan isu-isu kontemporer. “Pilih topik penelitian yang tidak hanya menarik secara akademis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Saya percaya ini menjadi salah satu alasan juri tertarik dengan penelitian kami,” katanya dengan percaya diri.
### Respons Kampus dan Rencana Ke Depan
Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan program intensif untuk mendukung lebih banyak mahasiswa guna menghasilkan penelitian berkualitas internasional. Direktur Unit Penelitian, Dr. Hendra Wijaya, S.T., M.Tech., menjelaskan roadmap pengembangan riset kampus.
“Kami akan meningkatkan alokasi dana penelitian mahasiswa, menyediakan akses lebih baik ke fasilitas penelitian, dan memperluas kerjasama dengan universitas-universitas ternama di luar negeri. Target kami adalah memiliki minimal lima penelitian mahasiswa yang terpublikasi di jurnal internasional setiap tahunnya,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Unit Penelitian juga sedang mengembangkan research incubator center yang akan menjadi tempat mahasiswa mengembangkan ide-ide penelitian mereka dari konsep awal hingga publikasi. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan teknologi terkini termasuk perangkat drone, laboratorium komputasi dengan spesifikasi tinggi, dan akses ke database jurnal internasional.
### Kesimpulan
Prestasi yang diraih oleh Siti Nurhaliza, Rahmat Wijaya, dan Devi Amelia Putri di International Young Researcher Forum 2026 merupakan bukti nyata bahwa universitas dengan lokasi di daerah dapat menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang diakui secara internasional. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Penelitiannya, telah menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi.
Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya, khususnya di daerah-daerah di luar Jawa, bahwa dengan dedikasi, bimbingan yang tepat, dan dukungan institusional yang memadai, mereka dapat bersaing di tingkat internasional.
Ke depannya, diharapkan bahwa momentum ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendukung penelitian mahasiswa, menyediakan lingkungan akademis yang kondusif, dan memfasilitasi kolaborasi dengan institusi-institusi riset terkemuka di seluruh dunia.
Pesan dari pencapaian ini jelas: penelitian berkualitas dan inovasi tidak mengenal batasan geografis atau ukuran institusi. Dengan visi yang jelas, dukungan yang konsisten, dan mahasiswa-mahasiswa berbakat yang termotivasi, setiap universitas berpotensi untuk menghasilkan kontribusi signifikan bagi pengetahuan dan peradaban manusia.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikannya.
—
Berita ini diterbitkan pada 11 April 2026. Informasi lebih lanjut tentang Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari dapat diakses melalui website resmi kampus atau menghubungi Humas Unismuh Kendari.