Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Penelitian menghadirkan komitmen baru dalam meningkatkan standar akreditasi dan mutu akademik institusi. Dalam langkah strategis yang diluncurkan pada Jumat, 13 April 2026, pihak kampus menetapkan target ambisius untuk meraih akreditasi internasional dalam periode lima tahun ke depan, seiring dengan penguatan infrastruktur penelitian dan peningkatan publikasi ilmiah.
Program revitalisasi ini merupakan respons atas tuntutan globalisasi pendidikan tinggi serta kebutuhan akan penelitian berkualitas yang relevan dengan pembangunan daerah Sulawesi Tenggara. Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, yang sebelumnya fokus pada penelitian internal, kini akan mengembangkan ekosistem riset yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
Direktur Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap sistem penelitian yang telah berjalan. “Kami telah melakukan audit internal komprehensif selama enam bulan terakhir dan menemukan bahwa meskipun kuantitas penelitian sudah cukup baik, namun kualitas dan dampak publikasi masih perlu ditingkatkan signifikan. Target akreditasi internasional bukan hanya mimpi, tetapi kebutuhan untuk memposisikan universitas kami sebagai lembaga penelitian terpercaya di tingkat Asia Tenggara,” ujar Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif di kantornya, Senin (14 April 2026).
Strategi peningkatan mutu yang akan diimplementasikan meliputi lima pilar utama. Pertama, peningkatan kompetensi peneliti melalui program pelatihan intensif, studi lanjut, dan pertukaran riset dengan universitas mitra internasional. Kedua, modernisasi infrastruktur laboratorium dan fasilitas penelitian dengan investasi mencapai 15 miliar rupiah dalam dua tahun ke depan. Ketiga, penguatan sistem manajemen penelitian yang terukur, transparan, dan berbasis teknologi informasi terkini. Keempat, peningkatan output publikasi di jurnal terindeks, khususnya Scopus dan Web of Science, dengan target minimal 200 artikel per tahun pada 2028. Kelima, diversifikasi pendanaan penelitian melalui kolaborasi dengan industri, lembaga pemerintah, dan organisasi internasional.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Rifai, S.H., M.H., mengapresiasi langkah strategis yang diambil Unit Penelitian ini. “Penelitian adalah pilar ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak boleh diabaikan. Sebagai universitas Muhammadiyah, kami memiliki nilai tambah dalam menjalankan penelitian yang tidak hanya akademis tetapi juga berdampak sosial. Program akreditasi internasional ini akan membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen kami untuk berkolaborasi dengan peneliti terkemuka dunia,” ungkap Prof. Muhammad Rifai saat launching program di Aula Utama Kampus Baruga, Sabtu (12 April 2026).
Menurut dokumen rencana pengembangan yang diperoleh redaksi, fokus penelitian akan disesuaikan dengan potensi unggulan lokal Kendari dan Sulawesi Tenggara. Terdapat tujuh area riset prioritas yang akan dikembangkan: (1) Teknologi maritim dan perikanan berkelanjutan, (2) Energi terbarukan dan efisiensi energi, (3) Agroteknologi dan ketahanan pangan, (4) Kesehatan masyarakat dan epidemiologi, (5) Teknologi informasi dan digitalisasi industri lokal, (6) Hukum dan kebijakan publik kontekstual, serta (7) Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pilihan tema-tema tersebut bukan kebetulan. Kendari sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara memiliki potensi maritim yang luar biasa, sementara sektor agriwisata dan perikanan masih perlu penguatan teknologi. Selain itu, upaya diversifikasi ekonomi daerah memerlukan inovasi dalam energi terbarukan dan teknologi informasi.
Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., Kepala Bagian Publikasi dan Kerjasama Internasional Unit Penelitian, menambahkan bahwa peningkatan akreditasi tidak akan mengorbankan nilai-nilai keilmuan yang integratif. “Kami akan memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan mencerminkan komitmen Muhammadiyah terhadap pemberdayaan masyarakat. Penelitian kami akan selalu melibatkan stakeholder lokal dan dirancang untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi komunitas,” jelas Dr. Siti Nurhaliza dalam diskusi panel yang digelar Selasa (13 April 2026).
Investasi besar-besaran juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur penelitian modern. Unit Penelitian telah merencanakan konstruksi tiga gedung laboratorium baru dengan fasilitas canggih, termasuk fasilitas bioteknologi, laboratorium energi terbarukan, dan pusat riset kelautan. Selain itu, akan dilakukan digitalisasi seluruh sistem manajemen penelitian agar dapat terintegrasi dengan sistem global research management platforms yang sudah diakui internasional.
Dampak positif dari program ini sudah mulai terlihat. Dalam kuartal pertama 2026, Unit Penelitian berhasil menjalin kerja sama dengan lima universitas internasional dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses ke jurnal internasional tetapi juga memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen postdoktoral. Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mengajukan diri untuk bergabung dengan Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL) yang akan memperkuat posisi akademik di tingkat regional.
Mahasiswa juga menjadi pihak yang merasakan manfaat langsung. Melalui program ini, mahasiswa S1, S2, dan S3 akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam penelitian berkualitas internasional, mempublikasikan hasil karya mereka, dan membangun jaringan akademik global sejak dini. Beasiswa penelitian untuk mahasiswa berprestasi juga ditingkatkan dari 50 juta menjadi 150 juta rupiah per tahun.
“Sebagai mahasiswa S2 Teknik Lingkungan, saya sangat antusias dengan program ini. Dengan fasilitas yang lebih baik dan kesempatan untuk mempublikasikan penelitian di jurnal internasional, kami bisa menghadirkan solusi riil untuk permasalahan lingkungan di Sulawesi Tenggara. Ini adalah kesempatan yang lama kami tunggu-tunggu,” ujar Wulan Kusuma, mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataannya pada Rabu (14 April 2026).
Namun, pencapaian target ambisius ini tentu tidak tanpa tantangan. Hambatan utama terletak pada ketersediaan anggaran yang konsisten, rekrutmen peneliti bersertifikat internasional, serta peningkatan kesadaran pengguna hasil penelitian. Untuk mengatasi ini, Unit Penelitian telah mempersiapkan strategi diversifikasi pendanaan melalui program matching fund dengan pemerintah daerah, industri, dan lembaga donor internasional.
Dr. Bambang Suryanto mengakui bahwa perjalanan menuju akreditasi internasional membutuhkan kerja keras berkelanjutan. “Kami tidak akan puas dengan status quo. Setiap semester, kami akan melakukan evaluasi terhadap progress yang telah dicapai. Jika target tidak tercapai sesuai rencana, kami akan melakukan penyesuaian strategi dengan cepat dan tegas,” katanya dengan nada yang penuh determinasi.
Dalam ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang semakin kompetitif, langkah Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi inspirasi bagi institusi sejenis di daerah. Kepemimpinan akademik yang visioner, dukungan penuh dari pimpinan universitas, dan komitmen dari seluruh stakeholder adalah kombinasi yang tepat untuk transformasi akademik menuju standar internasional.
Momentum baru ini juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas berbasis riset yang unggul dalam inovasi dan pemberdayaan masyarakat pada 2035. Program akreditasi internasional yang diluncurkan pada April 2026 ini adalah cerminan nyata dari komitmen tersebut.
Kesimpulannya, dengan peluncuran program peningkatan akreditasi dan mutu penelitian ini, Universitas Muhammadiyah Kendari memasuki era baru dalam sejarah akademiknya. Unit Penelitian yang menjadi tulang punggung dari program ini siap memimpin transformasi menuju standar internasional sambil tetap memegang teguh nilai-nilai lokal dan kearifan masyarakat Sulawesi Tenggara. Jika semua stakeholder terus berkomitmen, tidak mustahil bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi institusi penelitian rujukan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
—
Kata kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, akreditasi internasional, Unit Penelitian, peningkatan mutu, Sulawesi Tenggara, penelitian akademik, publikasi ilmiah