KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Penelitian resmi meluncurkan program kolaborasi riset multidisiplin yang ambisius pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk mengintegrasikan penelitian dari berbagai fakultas guna menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Program yang diberi nama “Riset Terpadu untuk Kemajuan Kendari” (RTK) ini menandai komitmen institusional Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kontribusi akademik dan praktis kepada masyarakat lokal. Peluncuran dilakukan di Gedung Pusat Penelitian Unit Penelitian kampus, dengan menghadirkan dekan-dekan dari lima fakultas utama, para dosen peneliti, mahasiswa pascasarjana, dan perwakilan dari stakeholder eksternal.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Inisiatif penelitian kolaboratif ini muncul atas dasar analisis mendalam terhadap kebutuhan riset di tingkat lokal dan regional. Sejak dua tahun terakhir, Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengamati fragmentasi penelitian antar disiplin ilmu yang menyebabkan underutilization dari potensi intelektual institusi. Sementara itu, tantangan pembangunan berkelanjutan di kawasan Sulawesi Tenggara – mulai dari pengelolaan sumber daya laut, pertanian organik, hingga peningkatan kualitas pendidikan – membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan perspektif multidisiplin.
“Kami melihat bahwa penelitian-penelitian individual yang dilakukan oleh para dosen kami sangat berkualitas, namun belum terkoordinasi dengan baik. Ada potensi sinergis yang belum dimaksimalkan,” ungkap Prof. Dr. Muh. Ilham Usman, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataan tertulisnya kepada media kampus.
Observasi ini menjadi catatan penting bagi kepemimpinan universitas untuk mengambil langkah strategis. Setelah melakukan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk para profesor senior, kepala laboratorium, dan mitra industri, terbentuklah konsep RTK yang komprehensif.
Struktur dan Fokus Penelitian
Program RTK dirancang dengan struktur yang sistematis dan terukur. Secara administratif, program ini berada di bawah koordinasi langsung Kepala Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Syaiful Bahri, S.T., M.Eng., Ph.D., yang memiliki track record publikasi internasional yang kuat.
Program ini mengidentifikasi lima pilar penelitian utama yang akan menjadi fokus kolaborasi multidisiplin dalam tiga tahun ke depan. Pilar pertama adalah “Pengelolaan Sumber Daya Laut Berkelanjutan,” yang melibatkan Fakultas Perikanan dan Kelautan bekerja sama dengan Fakultas Teknik untuk mengembangkan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Pilar kedua berfokus pada “Pertanian Organik dan Ketahanan Pangan,” menggandeng Fakultas Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pilar ketiga tertuju pada “Energi Terbarukan dan Transisi Energi,” dengan melibatkan Fakultas Teknik dan Fakultas Sains dan Teknologi dalam mengeksplorasi potensi energi surya dan energi termal laut di Sulawesi Tenggara. Pilar keempat adalah “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi Digital,” melibatkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bekerja sama dengan Fakultas Teknik untuk mengembangkan platform pembelajaran digital yang inklusif dan terjangkau.
Pilar kelima, yang tidak kalah strategis, adalah “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal dan UMKM,” di mana Fakultas Ekonomi dan Bisnis berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik untuk memberikan pendampingan bisnis, pelatihan, dan akses teknologi kepada pelaku usaha mikro dan kecil di Kendari dan sekitarnya.
“Kelima pilar ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat dan potensi komparatif universitas kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam penelitian memberikan dampak nyata,” jelas Dr. Syaiful Bahri saat konferensi pers peluncuran program.
Mekanisme Operasional dan Pendanaan
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus senilai 2,5 miliar rupiah untuk mendukung program RTK pada tahun pertama implementasi. Dana ini akan didistribusikan melalui mekanisme kompetitif berbasis proposal riset yang diajukan oleh tim peneliti multidisiplin. Setiap tim diharapkan terdiri dari minimal tiga dosen dari fakultas yang berbeda dan melibatkan minimal lima mahasiswa pascasarjana sebagai asisten penelitian.
“Kami juga membuka peluang untuk kolaborasi dengan mitra eksternal, baik dari institusi penelitian lain, pemerintah daerah, maupun sektor swasta. Dana matching dari mitra eksternal akan sangat kami hargai,” tambah Rektor Ilham Usman dalam kesempatan yang sama.
Sistem monitoring dan evaluasi program dirancang untuk memastikan akuntabilitas dan akselerasi penelitian. Setiap kuartal, tim peneliti akan mempresentasikan progress mereka di hadapan dewan pengawas yang terdiri dari akademisi senior, praktisi industri, dan perwakilan masyarakat. Publikasi ilmiah, patent, dan prototype teknologi akan menjadi indikator kesuksesan yang jelas dan terukur.
Respons dan Komitmen Dosen Peneliti
Antusiasme para dosen peneliti terhadap program ini terbilang sangat tinggi. Dr. Rina Suryanti, M.Sc., kepala laboratorium Bioteknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan, menyatakan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang baru.
“Selama ini, kami fokus pada penelitian tentang reproduksi rumput laut dengan pendekatan biologi semata. Dengan kolaborasi ini, kami bisa bekerja sama dengan Fakultas Teknik untuk mengembangkan mesin pemrosesan rumput laut yang lebih efisien. Ini adalah kombinasi sempurna antara pengetahuan biologi dan teknis,” ujar Dr. Rina dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Sementara itu, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.T., dari Fakultas Teknik, menunjukkan antusiasme yang sama. “Program RTK ini adalah wujud nyata dari filosofi universitas yang mengintegrasikan nilai-nilai Muhammadiyah dengan excellence akademik. Sebagai lembaga yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, kami harus memastikan bahwa teknologi yang kami kembangkan bermanfaat langsung bagi komunitas lokal,” katanya.
Prof. Dr. Bambang juga menyebutkan bahwa kelompok penelitiannya sedang merancang proposal untuk pilar energi terbarukan yang akan fokus pada optimalisasi panel surya untuk iklim tropis Sulawesi Tenggara, sebuah isu yang sangat relevan mengingat potensi sinar matahari yang melimpah di kawasan ini.
Melibatkan Mahasiswa dan Membangun Ekosistem Riset
Salah satu aspek penting dari program RTK adalah keterlibatan aktif mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat pascasarjana. Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki dua program magister – Magister Teknik dan Magister Pendidikan – yang diharapkan menjadi incubator bagi calon peneliti muda berbakat.
Dr. Suci Rahayu, S.Pd., M.Pd., Koordinator Program Magister Pendidikan, mengatakan bahwa program RTK akan memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa pascasarjana untuk terlibat dalam penelitian yang berdampak sosial. “Thesis atau tesis mereka tidak hanya akan berkontribusi pada literatur akademik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata terhadap masalah pendidikan di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Untuk memfasilitasi hal ini, universitas juga merencanakankan serangkaian workshop dan seminar metodologi penelitian yang akan diselenggarakan setiap bulan. Para dosen senior dan peneliti berpengalaman akan berbagi best practices dalam melakukan penelitian berkualitas tinggi dan publikasi internasional.
Harapan Terhadap Dampak Jangka Panjang
Dengan diluncurkannya program RTK, Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan beberapa outcomes konkret dalam tiga tahun ke depan. Target awalnya adalah menghasilkan minimal 15 publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan 5 publikasi di jurnal internasional. Selain itu, universitas juga menargetkan minimal 3 patent atau hak cipta yang dapat didaftarkan ke DGIP (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).
Di tingkat dampak sosial, program ini diharapkan dapat menghasilkan minimal 2 prototype teknologi yang siap ditransfer ke UMKM atau masyarakat lokal, serta program pelatihan yang melibatkan minimal 500 peserta dari masyarakat dalam tiga tahun pertama.
“Ukuran kesuksesan program ini bukan hanya dari publikasi atau teknologi yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa banyak kehidupan masyarakat yang kami sentuh dan tingkatkan,” tekankan Rektor Ilham Usman.
Penutup
Peluncuran program Riset Terpadu untuk Kemajuan Kendari menandai era baru dalam komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap penelitian yang berkelanjutan dan berdampak. Dengan melibatkan seluruh stakeholder internal maupun eksternal, serta dengan dukungan dana yang cukup signifikan, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi flagship initiative yang dapat menginspirasi perguruan tinggi lain di kawasan Sulawesi Tenggara.
Momentum ini juga menunjukkan bahwa universitas swasta seperti Universitas Muhammadiyah Kendari tidak tertinggal dalam mengadopsi paradigma penelitian modern yang holistik dan berbasis masalah sosial. Ke depan, keberhasilan program RTK akan banyak bergantung pada konsistensi implementasi, kualitas manajemen, dan komitmen berkelanjutan dari seluruh civitas akademika.
Para stakeholder dan mitra eksternal, termasuk pemerintah daerah Kota Kendari, juga diharapkan dapat menjadi bagian integral dari ekosistem riset yang sedang dibangun. Kolaborasi lintas sektor ini, pada akhirnya, adalah formula terbaik untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan dan bermakna bagi pembangunan daerah.
—
Penulis: Tim Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 01 April 2026
Kontak Informasi: Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, Jl. Sultan Qaimuddin, Kendari, Sulawesi Tenggara