Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Penelitian menyelenggarakan Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah pada 31 Maret 2026. Acara multifungsi ini dihadiri lebih dari 2.500 mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, dan undangan spesial dari pemerintah daerah Kendari. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di kampus utama Jalan Sultan Muhammad Zainal Abidin ini menampilkan ragam cabang olahraga, pameran karya seni, pertunjukan budaya lokal, dan kompetisi inovasi mahasiswa.
Penyelenggaraan festival berskala besar ini merupakan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang non-akademik. Unit Penelitian, sebagai salah satu pilar akademik kampus, berkolaborasi dengan Direktorat Kemahasiswaan dan Organisasi Mahasiswa untuk mewujudkan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan mempromosikan nilai-nilai budaya nasional.
Beragam Cabang Olahraga Memeriahkan Kompetisi
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa 2026 menampilkan 15 cabang olahraga yang diikuti oleh mahasiswa dari delapan fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Cabang olahraga yang dikompetisikan meliputi sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, basket, futsal, pencak silat, renang, lari maraton, bulu tangkis, cricket, olahraga tradisional, yoga, dan dua cabang olahraga inovatif yaitu e-sports dan drone racing.
Ketua Panitia Festival, Drs. Mahendra Wijaya, M.Sc., mengatakan bahwa pemilihan beragam cabang olahraga dirancang untuk mengakomodasi minat dan bakat mahasiswa yang heterogen. “Kami percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi unik. Melalui kompetisi olahraga ini, kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan diri secara holistik,” ujar Mahendra dalam konferensi pers pada 28 Maret 2026 lalu.
Sepak bola putra dan putri menjadi cabang olahraga yang paling dinanti-nantikan dengan menghadirkan 12 tim dari berbagai fakultas. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga membangun solidaritas antarunit di kampus. Sementara itu, cabang olahraga tradisional seperti pencak silat menarik perhatian khusus karena menampilkan teknik-teknik autentik yang jarang dipromosikan di kalangan mahasiswa modern.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang harus kami jaga. Dengan menampilkan kompetisi ini, kami harap mahasiswa semakin mencintai seni bela diri tradisional Indonesia,” kata Pelatih Pencak Silat Kampus, Bambang Sutrisno, 52 tahun, yang telah melatih mahasiswa selama 15 tahun di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Inovasi terbaru dalam festival kali ini adalah kehadiran e-sports dan drone racing, yang mencerminkan modernisasi dalam olahraga elektronik. Divisi e-sports menampilkan game-game kompetitif seperti Mobile Legends dan Counter-Strike 2, sementara drone racing menampilkan penerbangan presisi dengan teknologi drone terkini. Kedua cabang ini menarik minat lebih dari 300 mahasiswa yang mendaftar sebagai peserta dan penonton.
Seni Budaya Lokal dan Nasional Bersatu
Selain olahraga, aspek seni dan budaya menjadi pusat perhatian dalam festival ini. Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mengorganisir pameran seni yang menampilkan 250 karya dari mahasiswa program studi Seni Rupa, Desain Grafis, Musik, dan Sastra. Pameran ini dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Ridho, M.Pd., pada tanggal 31 Maret 2026 pukul 09.00 WITA.
“Pameran seni ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki semangat tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya. Karya-karya yang dipamerkan menunjukkan kreativitas tanpa batas dan pemahaman yang mendalam tentang identitas budaya kita,” ungkap Prof. Ridho dalam sambutan pembukaan festival.
Karya seni yang dipamerkan mencakup lukisan, patung, instalasi seni kontemporer, desain grafis digital, dan fotografi. Tema umum pameran adalah “Sulawesi Tenggara dalam Perspektif Generasi Milenial,” yang menggabungkan estetika modern dengan nilai-nilai tradisional lokal. Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah instalasi seni multimedia berjudul “Warisan Nelayan” yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Kendari dengan menggunakan material daur ulang dan teknologi proyeksi holografis.
Nurwati, mahasiswi semester enam Program Studi Seni Rupa yang menjadi pameran, menjelaskan konsep karyanya. “Saya terinspirasi dari kehidupan nenek moyang kami yang hidup berdampingan dengan laut. Melalui instalasi ini, saya ingin menunjukkan bahwa seni tradisional dapat dipadukan dengan teknologi modern untuk menciptakan narasi yang lebih kuat dan relevan dengan zaman kita,” kata perempuan berusia 21 tahun asal Kendari ini.
Pertunjukan Budaya Memukau Pengunjung
Acara puncak festival adalah pertunjukan budaya yang diselenggarakan pada malam hari 31 Maret 2026 di aula olahraga indoor kampus. Pertunjukan ini menampilkan tari tradisional Sulawesi Tenggara, tari kontemporer hasil kreasi mahasiswa, musik tradisional dan modern, serta penampilan teater yang menggabungkan dialog lokal dengan tema-tema universal.
Kelompok tari tradisional dari Fakultas Pendidikan membawakan tarian khas “Sorong Bangkii” dan “Poco-poco” dengan kostum yang autentik dan iringan musik gamelan berserta instrumen tradisional lainnya. Pertunjukan ini mendapat sambutan meriah dari lebih dari 1.500 penonton yang hadir meramaikan aula olahraga.
Sedangkan kelompok tari kontemporer menampilkan karya koreografi baru berjudul “Evolusi” yang menggambarkan transformasi masyarakat Sulawesi Tenggara dalam menghadapi era globalisasi. Penari-penari muda ini menggabungkan gerakan-gerakan tradisional dengan gaya kontemporer yang dinamis, menciptakan visual yang memukau dan makna yang mendalam.
Penampilan teater mahasiswa juga mencuri perhatian dengan mementaskan drama berjudul “Sang Penerang Mimpi,” sebuah karya original yang menceritakan perjuangan seorang mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan berkualitas. Naskah yang ditulis oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia ini berhasil menyentuh emosi penonton dengan pesan moral yang kuat tentang pentingnya pendidikan dan ketekunan.
Kompetisi Inovasi Menampilkan Ide Cemerlang Mahasiswa
Sebagai bagian dari komitmen Unit Penelitian dalam mendorong riset dan inovasi, festival ini juga menampilkan kompetisi ide dan inovasi mahasiswa dengan tema “Solusi Berkelanjutan untuk Kendari.” Kompetisi ini diikuti oleh 45 tim mahasiswa yang masing-masing menghadirkan proposal inovatif dalam berbagai bidang meliputi teknologi hijau, pengelolaan limbah, pertanian modern, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ketua Unit Penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Samsul Bahri, M.Tech., menegaskan pentingnya kolaborasi antara penelitian akademik dengan kebutuhan masyarakat lokal. “Unit Penelitian kami berkomitmen untuk mengubah ide-ide mahasiswa menjadi solusi nyata yang dapat diterapkan di masyarakat. Festival ini adalah platform untuk mengidentifikasi talenta-talenta terbaik yang mampu berkontribusi pada pembangunan daerah,” katanya.
Tim pemenang kompetisi inovasi akan mendapatkan total hadiah sebesar 50 juta rupiah dan kesempatan untuk mempresentasikan ide mereka di forum penelitian regional. Selain itu, gagasan terbaik akan didiskusikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan stakeholder bisnis untuk kemungkinan implementasi.
Salah satu ide yang menonjol adalah “Aplikasi Pemasaran Digital untuk UMKM Lokal Kendari,” yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi. Aplikasi ini dirancang untuk membantu usaha kecil dan menengah lokal memasarkan produk mereka secara lebih efektif melalui platform digital.
Dampak Positif dan Apresiasi dari Pemerintah Lokal
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Kendari, organisasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Kendari. Wakil Wali Kota Kendari, Drs. H. Aswad Rahman, M.Si., yang hadir sebagai tamu kehormatan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif universitas.
“Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan peran penting dalam mengembangkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif dan berinovasi. Festival seperti ini sangat perlu dilanjutkan karena menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik,” ujar Wakil Wali Kota Aswad Rahman dalam sambutannya.
Dari perspektif dampak sosial, festival ini berhasil membangun semangat kebersamaan dan persaingan sehat di antara mahasiswa. Keterlibatan lintas fakultas dan program studi menciptakan jaringan networking yang kuat, memfasilitasi kolaborasi interdisiplin, dan memperkuat identitas institusional. Selain itu, festival ini juga menjadi wadah apresiasi terhadap keberagaman budaya dan bakat yang ada di kampus.
Feedback dari mahasiswa peserta sangat positif. Ricky Pratama, mahasiswa semester tiga Program Studi Teknik Informatika yang menjadi juara pertama cabang drone racing, mengatakan: “Kompetisi ini sangat memberikan pengalaman berharga. Saya tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar dari peserta lain dan mendapat dukungan penuh dari kampus. Ini memotivasi saya untuk terus berinovasi.”
Visi Jangka Panjang Kampus
Rektor Prof. Dr. H. Muhammad Ridho menegaskan bahwa festival ini bukan acara sekali jadi, melainkan bagian dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter dan bakat mahasiswa. “Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa akan kami jadikan agenda tahunan yang terus dikembangkan dan ditingkatkan. Kami ingin menciptakan tradisi positif yang akan diwariskan dari generasi mahasiswa ke generasi berikutnya,” papar Prof. Ridho dengan penuh keyakinan.
Direktur Kemahasiswaan, Dra. Syarifah Nur Azizah, M.Pd., menambahkan bahwa pihak kampus akan terus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dalam mengikuti kompetisi tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. “Kami memiliki potensi mahasiswa yang sangat besar. Tugas kami adalah memfasilitasi mereka untuk mengembangkan bakat dan mengharumkan nama kampus di tingkat yang lebih tinggi,” ucap Dra. Syarifah.
Penutup
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026 telah berhasil menunjukkan komitmen institusi dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara komprehensif. Melalui berbagai kegiatan yang meliputi olahraga, seni, budaya, dan inovasi, festival ini menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan memperkuat karakter positif generasi muda Indonesia.
Kehadiran lebih dari 2.500 peserta dan penonton, ditambah partisipasi aktif dari berbagai elemen kampus dan pemerintah lokal, menunjukkan bahwa festival ini memiliki signifikansi penting bagi pengembangan ekosistem akademik dan sosial di Kendari. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang ditunjukkan dalam acara ini, Universitas Muhammadiyah Kendari melangkah lebih maju menuju visi menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global.
Festival ini akan terus menjadi momen penting untuk merayakan kreativitas, semangat sportivitas, dan dedikasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka dan masyarakat luas.
—
Informasi Penulis:
Laporan ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan pejabat dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 31 Maret 2026.